Justin Timberlake (ist)
Sabtu, 20 Februari 2010
Justin Timberlake Ingin Main Film Homo
Justin Timberlake (ist)
Hotel Bintang Lima Khusus Gay Hadir di Argentina
India Legalkan Gay
(dok ABC.net)
Keputusan pengadilan India pada 1 Juli 2009 itu langsung disambut suka cita oleh komunitas gay negara Hindustan tersebut seperti di wilayah Bangalore. Namun keputusan tersebut ditentang oleh sebagian besar masyarakat India. Hampir semua media besar di India pun menunjukkan protes terhadap pelegalan status gay tersebut. "Segala aktivitas homoseksual tanpa suatu izin adalah tetap suatu tindak kriminal," ujar Indira Jaisingh, seorang konsultan LSM, Naz Foundation yang menentang peraturan baru tersebut, seperti dilansir CNN, Rabu (8/7/2009).
Munculnya peraturan yang melegalkan pasangan homoseksual tersebut berarti mematahkan peraturan pengadilan India sektor 377 yang menyetujui dan menyepakati bahwa perilaku homoseksual antar orang dewasa sebagai tindakan kriminal.
Putusan hakim tersebut akan mempengaruhi pelaksanaan hukum di seluruh India karena berhubungan dengan hukum yang dibuat oleh parlemen federal.
Beberapa surat kabar di India terus memberitakan pemberitaan yang besar atas putusan pengadilan India itu. Media setempat membuat headline yang menunjukkan nada pro dan kontra terhadap pengadilan tinggi India.
Inti dari tulisan di surat kabar tersebut menyatakan bahwa aturan yang dibuat pemerintah tidak akan mengakhiri kontroversi gay yang terjadi di negeri Taj Mahal tersebut.
Sebelumnya selama 148 tahun pasangan homoseksual dapat dihukum sepuluh tahun dalam penjara jika ketahuan. Masyarakat India menganggap bahwa hubungan sejenis adalah haram.
Sebaliknya grup pembela hak asasi berpendapat bahwa peraturan yang dikeluarkan tidak bertentangan dengan hak asasi manusia.
Seorang pengamat hukum India, Gautam Bhan pun mengatakan bahwa aturan tersebut adalah kemenangan untuk mewujudkan India yang demokratis.
"Keputusan tersebut harus dilihat dari kacamata kita semua, baik gay atau bukan. Apapun yang kita pikirkan tentang homoseksual, harus dihargai sebagai satu kemenangan untuk India yang sekuler, demokratis, berkonstitusi dan bebas," ujar Ghautam.
"Kita semua harus bangga," ucapnya.
Hindustan Times menulis, 'butuh waktu 150 tahun bagi India dan 42 tahun bagi Inggris untuk melegalkan homoseksual dan mengetahui bahwa kita tidak punya masalah dengan hubungan satu jenis'.
Sedangkan The Times of India menulis, 'Peraturan yang diklaim sebagai langkah raksasa menuju era globalisasi tersebut, membuat surat kabar India tersebut mengatakan bahwa India sudah menjadi negara ke-127 yang melepaskan rasa bersalahnya karena homoseksual'.
Kontes Gay Pertama Di Tiongkok
Beijing Delapan pemuda ganteng mengikuti kontes Mr Gay pertama di Tiongkok. Pemenangnya, nanti boleh mewakili Tiongkok di ajang internasional, yang akan berlangsung di Norwegia.
Namun, sang pemenang juga mendapat tugas berat lain, bertindak sebagai duta besar aktif kaum homo dan lesbian, di negeri mereka sendiri.
Tampak bahagia, potret mereka terpampang di halaman muka penerbitan koran pemerintah Tiongkok berbahasa Inggris, China Daily: dua pria Tiongkok. Mereka mengaku pasangan homo resmi pertama di Tiongkok.
Memang, mereka tidak punya buku nikah, karena undang-undang tidak mengenal ikatan pernikahan dengan jenis kelamin sama. Namun, hal itu tidak merintangi hasrat Zeng Anquan dan Pan Wenjie, untuk satu sama lain berjanji setia di muka umum.
Selain tanpa buku nikah, juga tidak ada orangtua dan relasi hetero mereka. Karena malu, mereka tidak ada yang hadir. Bagi kebanyakan warga Cina, homo seksualitas masih tabu. Padahal, sekitar 30 juta warga homo dan lesbian Tiongkok kini tidak mau lagi menyembunyikan diri.
Hingga tahun 1997, homo seksualitas dianggap sebagai pelanggaran. Selanjutnya, sejak 2001 termasuk gangguan psikiatri. Keterbukaan mengenai homo seksualitas sekarang ini, merupakan hal baru bagi tiongkok.
Sejak terbebas dari cap 'kriminal', dengan berhati-hati 'masyarakat pelangi' mulai berani membuka diri. Ini bisa berhasil, karena pada umumnya, moral tradisional puritan sedikit demi sedikit mulai lenyap. Saat ini, pasangan tanpa menikah, berciuman di muka umum dan penerangan seksual, di kota-kota besar tampaknya sudah bisa diterima.
Akhirnya, pada tahun 2009 kaum Gay Tiongkok benar-benar membuka diri. Atlet-atlet negeri itu mengikuti Pesta Olahraga Kaum Homoseksual di Kopenhagen. Shanghai menyelenggarakan Parade Gay pertama. Dan Yunan, dengan bantuan pemerintah, membuka bar homo. Dan Jum'at ini, Beijing menyelenggarakan pemilihan Mr Gay pertama.
Kontes ini menarik perhatian media, kata Ben Zhang, organisator Gayographic: "Tapi, 99,9 persen wartawan yang hadir, adalah wartawan asing. Media tiongkok tidak memberitakan peristiwa ini."
Ia tidak menjelaskan apakah ia mengundang mereka. Zhang tidak mau terlalu memaksa. "Kami baru akan merasa lega, jika kontes tersebut telah berlangsung. Kita tidak pernah yakin. Bisa saja, kegiatan seperti itu, pada saat-saat terakhir, dengan berbagai alasan, dilarang pemerintah."
Delapan kandidat akan bertarung di sebuah diskotek, menjadi wakil negeri mereka pada kontes tingkat dunia di Norwegia. Butir penilaian: kepribadian, daya tarik, dan tentu saja harus tampil mempesona dengan celana renang.
Namun, yang paling penting sebenarnya Mr Gay Tiongkokharus tampak ceria, aktif dan sehat, sebagai dutabesar di negeri sendiri. Karena, ia harus berusaha menghilangkan sekian banyak prasangka buruk.
Hal itu juga berlaku bagi kalangan homo sendiri, jelas Li Lian, seorang pemotong rambut berusia 30 tahun. Kini pun ia masih berangan-angan, suatu saat, akan bangun tidur, dan berubah menjadi seorang hetero.
"Polisi sering melancarkan razia di taman-taman, menangkap beberapa orang pria. Saya tertarik pada pria-pria tersebut. Jadi, saya juga takut ditangkap."
Sebelumnya, ia pernah menikah, dan lalu bercerai. "Saya menikah selama tiga tahun. dan kemudian bercerai, masih dalam keadaan sebagai perjaka." Lalu ia memberi tahu orangtuanya, bahwa ia hanya tertarik pada pria. Sejak itu, pertanyaan orangtua padanya selalu sama: "Sudah sembuh?" Seolah-olah homo seksualitas itu semacam penyakit pilek.
Li, adalah nama samaran, dan ia tidak mau dipotret. Ternyata, kebiasaan untuk menutup diri, masih sangat dalam.
Walaupun kaum homo Tiongkok masih harus menempuh perjalanan panjang, posisi mereka tidak seburuk nasib kaum homo di Afrika. Di puluhan negeri Afrika, hubungan seksual antara pasangan homo atau lesbian, mendapat ancaman hukuman penjara bertahun-tahun.
Di Sudan, kaum homo yang ditangkap, terlebih dulu mendapat hukuman cambuk, lalu baru dijebloskan ke tahanan.
Berbeda dengan situasi di Afrika, tradisi agama di Tiongkok tidak mengenal tabu dalam soal homo seksualitas. Homo seksualitas hanya bentrok dengan salahsatu kewajiban tradisional Cina paling penting, bagi seorang anak laki-laki atau perempuan: mempersembahkan cucu pada orangtua.
Kadang, orangtua menduga, anak mereka hanya berbuat iseng dengan teman-teman satu jenis kelamin. Paling jauh, mereka menganggap hal ini tidak terlalu serius.
Bagaimana pun, perkawinan dan meneruskan keturunan, tetap suatu hal yang suci. Karena itu, suatu situs web khusus, mencoba menghubungkan wanita lesbian dan pria homo. Dengan tujuan, wanita lesbian dan pria homo bisa melangsungkan pernikahan, dengan tujuan punya keturunan, sekedar untuk membahagiakan orangtua.rnw
sumber :http://www.surya.co.id/2010/01/15/kontes-mr-gay-pertama-di-tiongkok.html
Senam Yoga Ala Gay
Jika kamu pernah mendengar mitos seputar aktivitas olahraga yang dapat meningkatkan kemampuan seks. Hal itu mungkin ada benarnya. Karena kini kamu juga dapat mencoba Yoga yang khusus diperuntukkan bagi kalangan gay.
Salah satu jalurnya, kamu dapat mengklik situs hotnudegay.com . Di sana kamu dapat menemukan berbagai video referensi untuk Yoga para kaum gay. Sebagai permulaan, kamu dapat melihat video Yoga for Beginners. Teridir dari dua keping CD. Cocok bagi kamu yang ingin berlatih sendirian atau berada dalam kelompok kecil. Video ini dipandu oleh Aaron Star, ahli yoga yang telah biasa menangani perjalanan kaum gay dalam olahraga ini dari Thailand hingga Meksiko.
Survey Mandi Bareng
Ketika memasuki sebuah pusat olahraga semisal kolam renang umum atau gym. Situasi 'mandi bareng' menjadi hal tidak terelakkan. Namun sesungguhnya bagaimanakah pendapat pria gay pada umumnya tentang hal ini?
Menurut survey Caring Hands, lembaga ruma keperawatan agnsi kesehatanyang bermarkas di Idaho dan sering menangani isu yang berkaitan dengan masalah kesehatan di kamar mandi. Sejumlah 58 persen dari 956 narasumber mereka mengaku butuh adanya privasi, seperti tirai penutup. Tujuh belas persen mengaku tidak memiliki masalah dengan hal itu. Sedangkan sisanya sebesar 25 persen memilih sikap pasrah atau bisa menjalani keduanya. Bagaimanakah dengan Anda?
Survey Mandi Bareng
Ketika memasuki sebuah pusat olahraga semisal kolam renang umum atau gym. Situasi 'mandi bareng' menjadi hal tidak terelakkan. Namun sesungguhnya bagaimanakah pendapat pria gay pada umumnya tentang hal ini?
Menurut survey Caring Hands, lembaga ruma keperawatan agnsi kesehatanyang bermarkas di Idaho dan sering menangani isu yang berkaitan dengan masalah kesehatan di kamar mandi. Sejumlah 58 persen dari 956 narasumber mereka mengaku butuh adanya privasi, seperti tirai penutup. Tujuh belas persen mengaku tidak memiliki masalah dengan hal itu. Sedangkan sisanya sebesar 25 persen memilih sikap pasrah atau bisa menjalani keduanya. Bagaimanakah dengan Anda?